
Para pria biasanya langsung khawatir saat menyadari bahwa salah satu testisnya turun sebelah. Padahal, dalam banyak kasus, posisi testis turun sebelah bisa saja masih dalam batas normal dan tidak membahayakan. Meski begitu, jangan lantas menyepelekan perubahan apa pun di area testis, terutama jika perubahan ini disertai dengan nyeri, bengkak, atau muncul benjolan. Sebab beberapa kondisi medis tertentu seperti varikokel, hernia, hingga torsi testis memang dapat membuat salah satu testis tampak lebih rendah bahkan berpotensi mengganggu kesuburan kalau tidak segera ditangani.
Apakah Testis Turun Sebelah Itu Normal? Dan Apa Saja Penyebabnya?
Sedikit perbedaan posisi antara testis kiri dan kanan sebetulnya sangat umum terjadi. Dalam banyak kasus, testis kiri memang akan tampak lebih turun dibandingkan yang kanan karena perbedaan panjang pembuluh darah dan struktur anatomi.
Selama tidak ada keluhan lain seperti nyeri tajam, bengkak besar, perubahan warna kulit skrotum, atau benjolan keras, kondisi testis turun sebelah bisa jadi hanya merupakan variasi anatomi normal. Tapi kalau perubahan ini disertai gejala tambahan seperti yang sudah disebutkan diatas, di situlah kamu perlu lebih waspada dan sebaiknya periksakan dirimu ke dokter urologi. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas beberapa penyebab utama testis turun sebelah yang paling umum terjadi.
1. Variasi anatomi normal
Pada banyak laki-laki, testis kiri memang cenderung lebih rendah daripada testis kanan. Ini terjadi karena perbedaan panjang pembuluh darah dan struktur penyangga tiap testis, sehingga posisi keduanya tidak benar-benar simetris.

Dalam kondisi ini, kamu biasanya tidak merasakan nyeri, tidak ada pembengkakan yang mencolok, dan bentuk skrotum terlihat biasa saja kecuali posisi yang sedikit miring. Dokter umumnya akan menganggap ini normal jika hasil pemeriksaan fisik dan, bila perlu, USG skrotum tidak menunjukkan kelainan.
2. Varikokel (pelebaran pembuluh darah vena)
Salah satu penyebab medis yang cukup sering membuat testis turun sebelah adalah varikokel. Varikokel adalah pelebaran pembuluh darah vena di dalam skrotum, mirip varises yang terjadi di kaki, tapi lokasinya di sekitar testis.
Varikokel sering terjadi di sisi kiri dan membuat testis kiri tampak lebih turun atau berat, kadang disertai rasa tidak nyaman atau nyeri tumpul yang makin terasa saat kamu berdiri lama atau beraktivitas berat. Jika diraba, kadang terasa seperti “ada cacing” di atas testis karena pembuluh darah yang melebar.
Jika dibiarkan, varikokel bisa mengganggu produksi sperma dan kualitas kesuburan karena suhu di sekitar testis meningkat. Penanganannya bisa berupa observasi, penggunaan penyangga skrotum, hingga tindakan operasi (varikokelektomi) jika keluhan cukup mengganggu atau sudah memengaruhi kesuburan.
3. Hernia inguinalis (hernia di selangkangan)
Hernia inguinalis terjadi ketika usus atau jaringan lemak di rongga perut menonjol melalui dinding otot yang lemah di daerah selangkangan dan bisa turun hingga ke skrotum. Kondisi ini dapat membuat salah satu sisi skrotum tampak lebih besar dan testis terlihat turun sebelah karena terdorong tonjolan hernia.
Tanda yang sering muncul antara lain benjolan di selangkangan yang bisa membesar saat batuk atau mengejan, rasa tidak nyaman atau nyeri, dan kadang ada sensasi berat di pangkal paha. Pada kasus tertentu, hernia bisa terjepit (strangulasi) dan menyebabkan nyeri hebat serta gangguan aliran darah yang membutuhkan tindakan operasi segera.
Penanganan hernia inguinalis biasanya berupa operasi untuk memperbaiki dinding otot yang lemah dan mengembalikan posisi usus ke tempat semula. Kalau kamu merasa ada benjolan di selangkangan yang tidak biasa, jangan tunda-tunda untuk memeriksakannya.
4. Hidrokel (cairan di sekitar testis)
Hidrokel adalah kondisi ketika cairan menumpuk di sekitar testis sehingga menyebabkan pembengkakan pada salah satu atau kedua buah zakar. Akibatnya, satu sisi skrotum bisa tampak lebih besar dan lebih berat, sehingga terlihat seperti testis turun sebelah.
Biasanya hidrokel tidak terlalu nyeri, hanya terasa berat atau tidak nyaman, dan pembengkakan cenderung lembut saat diraba. Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan, jika perlu, USG untuk memastikan apakah pembengkakan disebabkan oleh cairan, hernia, atau kondisi lain.
Pada banyak kasus, hidrokel yang ringan bisa dipantau terlebih dahulu, tetapi jika sudah sangat besar atau mengganggu aktivitas, tindakan operasi untuk mengeluarkan cairan dan memperbaiki kantung sekitar testis bisa dianjurkan.
5. Infeksi: epididimitis dan orchitis
Peradangan pada epididimis (epididimitis) atau testis (orchitis) juga dapat membuat salah satu testis tampak lebih besar, berat, dan seolah turun sebelah. Kondisi ini sering disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, termasuk infeksi menular seksual pada orang dewasa.
Gejalanya bisa berupa nyeri tajam atau nyeri tumpul di testis, bengkak, kemerahan pada kulit skrotum, rasa panas, hingga demam dan rasa tidak enak badan. Pada orchitis, kamu juga bisa merasakan nyeri saat buang air kecil, ejakulasi, atau bahkan terdapat darah pada sperma.
Infeksi ini membutuhkan penanganan medis berupa antibiotik, obat pereda nyeri, dan kadang istirahat dengan penyangga skrotum. Kalau infeksi tidak ditangani, ada risiko kerusakan jaringan testis yang pada akhirnya bisa memengaruhi produksi sperma.
6. Torsi testis (kondisi gawat darurat)
Torsi testis adalah kondisi saat testis berputar dan memuntir tali spermatik, sehingga aliran darah menuju testis terhambat. Ini adalah keadaan gawat darurat medis yang bisa menyebabkan kerusakan permanen pada testis dalam hitungan jam jika tidak segera dioperasi.
Gejala utamanya berupa nyeri hebat tiba-tiba pada salah satu testis, skrotum membengkak, perubahan warna kulit menjadi kemerahan atau kebiruan, mual, muntah, dan testis tampak berubah posisi. Dalam kondisi ini, testis bisa terlihat lebih tinggi atau justru tampak tidak normal posisinya dibanding sisi lain.
Jika kamu curiga mengalami torsi testis, jangan tunggu sampai nyeri mereda sendiri. Kamu harus segera ke IGD rumah sakit karena tindakan operasi darurat diperlukan untuk menyelamatkan testis dan memulihkan aliran darah.
7. Gangguan perkembangan: undescended testis dan kriptorkidisme
Pada bayi laki-laki, ada kondisi yang disebut undescended testis atau kriptorkidisme, yaitu ketika satu atau kedua testis tidak turun ke skrotum seperti seharusnya. Dalam beberapa situasi, posisi testis bisa terlihat asimetris, sehingga seolah testis turun sebelah atau justru satu sisi tampak kosong.
Kondisi ini biasanya sudah terdeteksi sejak bayi dan perlu dipantau karena testis yang tidak turun berisiko lebih tinggi mengalami gangguan kesuburan dan masalah lain di masa depan. Penanganannya bisa berupa observasi hingga usia tertentu, terapi hormonal, atau tindakan operasi untuk menurunkan testis ke posisi normal di skrotum.
Pada orang dewasa, riwayat kriptorkidisme yang tidak tertangani bisa memengaruhi ukuran dan posisi testis, serta berhubungan dengan risiko tertentu terhadap kesehatan reproduksi.
Kapan Kondisi Testis Turun Sebelah Perlu Diperiksakan?
Kamu perlu segera memeriksakan kondisi ini ke Rumah Sakit, terutama dokter spesialis urologi, kalau testis turun sebelah disertai berbagai gejala berikut:
- Nyeri tajam atau nyeri yang tidak kunjung hilang di testis atau skrotum.
- Pembengkakan yang jelas pada salah satu atau kedua testis.
- Adanya benjolan keras atau tidak biasa di dalam skrotum.
- Perubahan warna kulit skrotum menjadi kemerahan, kebiruan, atau kehitaman.
- Demam, mual, atau muntah yang menyertai nyeri testis.
- Riwayat testis tidak turun sejak kecil atau merasa satu sisi skrotum kosong.
Dokter akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan kemungkinan besar USG skrotum untuk mengevaluasi struktur testis, aliran darah, serta mendeteksi adanya massa (jaringan abnormal), cairan, atau kelainan lain.
Apakah Testis Turun Sebelah Bisa Memengaruhi Kesuburan?
Tidak semua kasus testis turun sebelah mengganggu kesuburan. Kalau kondisi ini terjadi hanya karena variasi anatomi normal tanpa kelainan lain, biasanya fungsi produksi sperma dan hormon tetap baik.
Namun, jika disebabkan oleh kondisi seperti varikokel, infeksi berat, torsi testis yang terlambat ditangani, atau testis tidak turun sejak kecil, ada risiko gangguan produksi sperma dan penurunan kualitas kesuburan. Karena itu, menangani penyebabnya sedini mungkin adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan reproduksi jangka panjang.
Yang Terpenting, Jangan panik
Kebanyakan dari kita akan langsung panik saat melihat atau menyadari kondisi testis yang turun sebelah, padahal kondisi ini tidak selalu berbahaya. Pada banyak laki-laki, testis yang sedikit tidak sejajar adalah hal yang memang normal terjadi dan hanya merupakan variasi anatomi.
Namun, kamu tetap harus waspada kalau ada nyeri, bengkak, benjolan, perubahan warna, atau gejala lain yang mengganggu, karena bisa jadi itu merupakan tanda dari varikokel, hernia, infeksi, hidrokel, hingga torsi testis yang merupakan kondisi gawat darurat. Jika ragu, langkah paling aman adalah segera periksakan kondisi ini ke dokter urologi agar kamu dapat segera mengetahui penyebabnya pastinya.

![[Ulasan Film & Series] Norma: Antara Mertua dan Menantu](https://floodlove.net/wp-content/uploads/2026/04/Norma-Antara-Mertua-dan-Menantu.jpg)
