Inilah, 3 Cara Tradisional untuk Mengobati atau Mengatasi Masuk Angin

Posted on

Inilah, 3 Cara Tradisional untuk Mengobati atau Mengatasi Masuk Angin

Setiap kita pasti pernah merasakan masuk angin, ada yang merasakan masuk angin karena kehujanan dan adapula yang merasakan masuk angin karena telat makan akibat terlalu fokus bekerja. Yang pasti, hampir setiap kita pernah merasakan penyakit yang satu ini. Gejalanya pun terbilang cukup seragam. Seseorang yang masuk angin biasanya akan merasakan sebah atau kembung di bagian perutnya, dan seperti tidak terlalu nafsu saat hendak menyantap makanan. Dalam beberapa kasus, jika masuk angin yang dirasakan sudah terlalu parah atau orang jawa biasa menyebutnya “wes kasep” biasanya seseorang akan merasakan mual serta meriang atau panas dingin (atau yang dalam bahasa kedokteran biasa disebut dengan istilah demam).

Nah menariknya, di Indonesia sendiri, setiap orang punya cara masing-masing untuk mengobati atau mengatasi masuk angin. Beberapa cara tersebut antara lain, adalah:

1. Mengkonsumsi wedang jahe

Mengkonsumsi wedang jahe

Yap, seperti yang telah sama-sama kita ketahui, rasanya yang hangat menjadikan jahe sebagai salah satu pilihan tepat untuk mengatasi masuk angin. Umumnya, jahe akan disajikan dalam bentuk wedang jahe, susu jahe atau sekuteng. Dan bagi beberapa orang, sajian inilah yang biasa mereka nikmati saat badan terasa masuk angin.

Hal inipun didukung oleh beragam pendapat medis yang menyatakan bahwa jahe memang mengandung beragam senyawa antiperadangan serta antioksidan, seperti halnya asam caffeic, betakaroten, kurkumin, capsaicin, gingerol serta salisilat yang dapat membantu mengatasi berbagai masalah perut, seperti mual dan kembung.

2. Kerokan

Kerokan

Kerokan menjadi salah satu cara favorit untuk mengatasi masuk angin. Yap, di Indonesia sendiri kerokan seakan menjadi salah satu cara tradisional yang secara turun temurun diwarisi oleh hampir semua orang. Beberapa orang bahkan berpendapat, kalau masuk angin yang mereka alami tidak akan sembuh kalau belum di kerok terlebih dahulu. Bagi anak-anak kerokan biasanya dilakukan dengan menggunakan bawang merah, sementara bagi orang dewasa, kerokan umumnya akan dilakukan dengan menggunakan koin logam.

Dalam dunia medis, kerokan dipercaya akan memberikan efek vasodilatasi bagi penderita masuk angin, terutama jika dilakukan dengan menggunakan bawang merah. Efek vasodilatasi sendiri merupakan efek yang dapat menenangkan sekaligus melancarkan peredaran darah.

3. Mengkonsumsi Tolak Angin Cair

Tolak Angin Cair

Dan yang terakhir adalah mengkonsumsi tolak angin cair. Yap, selama puluhan tahun tolak angin cair telah dipercaya oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia serta dunia sebagai salah satu ramuan tradisional terbaik untuk mengatasi atau menyembuhkan masuk angin. Tak ada patokan “saklek” untuk mengkonsumsi jamu yang satu ini. Namun umumnya, seorang yang merasa masuk angin akan meminum tolak angin cair sebanyak 3x dalam sehari, hingga masuk angin yang dideritanya berangsung-angsur pulih.

Nah, itulah 3 Cara Tradisional untuk mengobati atau mengatasi masuk angin.

So, bagi kamu yang saat ini tengah merasakan masuk angin. Tak ada salahnya untuk mencoba salah satu cara diatas 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.