
Pernah nggak sih pas lagi asyik ngobrol pakai bahasa Inggris atau lagi nulis caption di media sosial, tiba-tiba kamu merasa ragu lalu bergumam, “Eh, bentar deh… past tense-nya ‘buy’ itu ‘buyed’ atau ‘bought’ ya?” Kalau kamu pernah mengalami momen awkward kayak gini, tenang, kamu nggak sendirian. Dalam proses belajar bahasa Inggris, salah satu tantangan terbesar bagi pembelajar dewasa adalah memahami regular dan irregular verb. Banyak pelajar masih melakukan kesalahan saat menggunakan verb tidak beraturan, terutama ketika berbicara atau menulis dalam konteks formal maupun sehari-hari. Masalah klasik yang sering bikin pusing para pembelajar bahasa Inggris, bahkan mereka yang sudah level intermediate sekalipun adalah penggunaan kata kerja tak beraturan atau irregular verbs. Rasanya tuh kayak udah hafal mati-matian, tapi pas dipake ngomong, eh lidah malah kepeleset dan balik lagi ke pola dasar.
Bahasa Inggris memang cukup unik. Di saat kita sudah cukup nyaman dengan aturan grammar yang rapih, tiba-tiba muncul pengecualian yang bikin buyar konsentrasi. Kesalahan dalam memilih bentuk kata kerja ini dalam konteks profesional atau akademik bisa bikin lawan bicara salah paham atau bahkan mengurangi kredibilitasmu. Bayangin kalau kamu bilang “I have eat lunch” padahal seharusnya “I have eaten“. Meski orang paham maksudnya, tapi di telinga native speaker, itu terdengar “kasar” atau kurang natural.
Mengapa Irregular Verb Sering Menyebabkan Kesalahan?
Berbeda dengan regular verb yang memiliki pola jelas dengan akhiran -ed, irregular verb tidak mengikuti aturan baku. Hal inilah yang membuat penggunaannya sering tertukar, khususnya pada bentuk past tense dan past participle.
Contoh kesalahan umum:
- ❌ I buyed a new laptop yesterday.
- ✅ I bought a new laptop yesterday.
Berikut beberapa verb tidak beraturan yang sering salah dalam penggunaannya:
- go – went – gone
Kesalahan umum: goed - eat – ate – eaten
Kesalahan umum: eated - see – saw – seen
Kesalahan umum: penggunaan seen sebagai past tense - take – took – taken
Kesalahan umum: tertukar antara took dan taken - make – made – made
Kesalahan umum: maked - give – gave – given
Kesalahan umum: penggunaan given tanpa auxiliary
Kesalahan tersebut sering muncul dalam percakapan maupun tulisan karena kurangnya pemahaman konteks penggunaan.
Cara Menghindari Kesalahan Irregular Verb

Agar lebih akurat dalam menggunakan regular dan irregular verb, kamu bisa melakukan beberapa hal berikut:
1. Pahami Dulu Akar Masalahnya: Konsep “Overgeneralization”
Sebelum kita masuk ke teknis, kalian harus tahu dulu kenapa sih otak kita sering salah? Dalam kajian linguistik dan jurnal pendidikan bahasa, ada istilah yang namanya overgeneralization. Ini terjadi ketika otak kamu berusaha menerapkan aturan umum ke semua situasi.
Karena kebanyakan kata kerja dalam bahasa Inggris itu “normal” (tinggal tambah -ed di belakang), otak kita secara otomatis mau nempelin -ed ke semua kata. Makanya sering muncul kata-kata ajaib kayak “goed”, “eated”, atau “runned”.
Untuk menghentikan kebiasaan ini, kamu harus sadar dulu perbedaan mendasar antara regular dan irregular verb. Jika ingin diibaratkan, regular verb bisa diibaratkan seperti anak baik yang nurut aturan, sementara irregular verb bisa diibaratkan seperti anak pemberontak yang punya gayanya sendiri. Langkah pertama untuk menghindari kesalahan adalah berhenti menganggap semua verb itu sama. Mulailah curiga. Kalau ketemu kata kerja baru, jangan langsung berasumsi itu regular.
2. Jangan Menghafal Alfabetis, tapi Kelompokkan Berdasarkan Pola Bunyi
Salah satu kesalahan terbesar yang diajarkan di sekolah-sekolah zaman dulu adalah menyuruh murid menghafal tabel irregular verb dari A sampai Z. Abide sampai Write. Itu cara lama yang bikin otak cepat lelah.
Cara yang lebih cerdas dan scientific adalah dengan mengelompokkan mereka berdasarkan pola perubahannya. Otak manusia itu jago banget mengenali pola (pattern recognition). Coba deh kalian atur strategi belajar kalian dengan membagi mereka ke dalam 4 kelompok besar ini:
-
Kelompok 1: AAA
Ini adalah kata kerja yang bentuk V1, V2, dan V3-nya sama persis. Nggak berubah sama sekali.-
Cut – Cut – Cut
-
Hit – Hit – Hit
-
Cost – Cost – Cost
-
Put – Put – Put
Tips: Hati-hati dengan pronunciation-nya. Meskipun tulisannya sama, kadang cara bacanya beda (lihat poin tentang kata “Read” di bawah nanti).
-
-
Kelompok 2: ABB
Bentuk V2 dan V3-nya sama, tapi beda dari V1. Ini kelompok yang paling banyak anggotanya dan biasanya paling gampang diingat.-
Buy – Bought – Bought
-
Feel – Felt – Felt
-
Teach – Taught – Taught
-
-
Kelompok 3: ABA
Ini yang sering bikin kepeleset. Bentuk pertamanya (V1) balik lagi muncul di bentuk ketiga (V3), tapi tengahnya (V2) beda.-
Come – Came – Come (Sering banget orang salah bilang “I have came”, padahal harusnya “I have come”).
-
Run – Ran – Run
-
Become – Became – Become
-
-
Kelompok 4: ABC
Tiga-tiganya beda total. Ini level boss fight-nya irregular verbs.-
Go – Went – Gone
-
Eat – Ate – Eaten
-
Write – Wrote – Written
-
3. Waspadai “False Friends” dan Kata yang Mirip
Kesalahan irregular verb sering terjadi bukan karena kita nggak hafal, tapi karena ada dua kata yang bentuknya mirip tapi artinya beda jauh. Ini sering disebut confusing verbs. Kesalahan di sini bisa fatal karena bisa mengubah makna kalimat secara total.
Contoh yang paling legendaris adalah Lie vs. Lay. Banyak orang, termasuk native speaker yang kadang salahatau tertukar menggunakan Lie dan Lay.
-
Lie (berbohong) -> Ini regular.
-
Lie – Lied – Lied
-
Contoh: “He lied to me yesterday.” (Dia bohong sama aku kemarin).
-
-
Lie (berbaring) -> Ini irregular.
-
Lie – Lay – Lain
-
Contoh: “I need to lie down” (Sekarang) vs “Yesterday I lay on the grass” (Kemarin).
-
-
Lay (meletakkan) -> Ini juga irregular, tapi beda pola.
-
Lay – Laid – Laid
-
Contoh: “Please lay the book on the table.”
-
Lho, kok ribet? Iya, perhatikan bahwa V2 dari “Lie” (berbaring) adalah “Lay”, yang mana itu adalah V1 dari kata “Lay” (meletakkan). Pusing kan? Kuncinya: Lay (meletakkan) butuh objek, sedangkan Lie (berbaring) tidak butuh objek.
4. Fokus pada Daftar Kata yang Paling Sering Salah Digunakan
Dalam banyak studi kasus penulisan bahasa Inggris oleh penutur asing, ada beberapa verb tidak beraturan yang sering salah digunakan. Biasanya ini adalah kata-kata yang frekuensi penggunaannya tinggi sehari-hari.
Misalnya:
-
Choose: Sering tertukar antara chose (V2) dan choose (V1). Ingat, V2 chose (o-nya satu), V3 chosen.
-
Drink: Jangan sampai bilang “I have drank”. Yang benar adalah Drink – Drank – Drunk. Gunakan drunk hanya untuk V3 (perfect tense) atau sebagai adjective (mabuk).
-
Swim: Sama kayak drink. Swim – Swam – Swum. Bukan “swammed”.
-
Read: Ini unik. Tulisannya V1, V2, V3 sama semua: Read – Read – Read. TAPI, cara bacanya beda!
-
V1 dibaca /riːd/ (seperti “reed”).
-
V2 dan V3 dibaca /rɛd/ (seperti warna merah “red”).
-
Jadi kalau kamu cerita kejadian kemarin, bilangnya “I /red/ that book yesterday,” bukan “I /reed/”.
-
5. Jangan Cuma Menghafal Kata, Hafalkan dalam Kalimat (Contextual Learning)
Kesalahan fatal para pelajar adalah membuat flashcard yang isinya cuma daftar kata: See-Saw-Seen. Saat otak kamu cuma menyimpan kata per kata, kamu bakal butuh waktu pemrosesan lebih lama saat mau ngomong (alias mikir dulu, “eh tadi V2-nya apa ya?”).
Cara menghindarinya adalah dengan Contextual Learning. Buatlah kalimat yang relevan dengan hidup kalian.
Daripada menghafal: “Buy – Bought – Bought”,
Coba hafalkan frasa ini:
-
“I usually buy coffee every morning.” (Kebiasaan/Routine)
-
“But yesterday, I bought tea instead.” (Lampau/Past)
-
“I have bought too many shoes this month.” (Sudah terjadi/Perfect)
Dengan menanamkan kata tersebut ke dalam kalimat, kalian belajar grammar secara tidak sadar. Otak kalian akan merekam “struktur” dan “bunyi” kalimatnya, bukan cuma satu kata yang berdiri sendiri. Jadi pas ngomong, refleks kalian akan lebih jalan.
6. Manfaatkan Teknologi dan Paparan Media (Input Hypothesis)
Profesor Stephen Krashen, seorang ahli linguistik terkenal, punya teori namanya Input Hypothesis. Intinya, cara terbaik buat menguasai bahasa (termasuk grammar-nya) adalah dengan mendapatkan banyak “input” yang bisa dimengerti.
Kalian nggak akan bisa menghindari kesalahan irregular verb kalau jarang “ketemu” sama kata-kata itu.
-
Baca Artikel/Buku: Saat membaca, perhatikan kata kerjanya. “Oh, penulis ini pakai went bukan goed.”
-
Nonton Film: Dengarkan gimana aktor ngucapin kalimat lampau.
-
Gunakan Tools Pengecek Grammar: Di awal-awal, nggak ada salahnya pakai Grammarly atau Hemingway App buat ngecek tulisan kalian. Perhatikan saran perbaikannya. Kalau dia ngoreksi verb kalian, catat! Itu berarti verb tersebut adalah titik lemah kalian.
7. Latihan “Spaced Repetition“
Otak manusia itu didesain untuk melupakan informasi yang dianggap nggak penting. Kalau kamu menghafal 50 irregular verbs hari ini, besok mungkin tinggal 20 yang nyangkut, dan minggu depan tinggal 5.
Untuk menghindari ini, gunakan teknik Spaced Repetition System (SRS). Kalian harus mengulang materi tersebut dalam interval waktu tertentu.
- Review 1: 1 jam setelah belajar.
- Review 2: 1 hari setelah belajar.
- Review 3: 3 hari setelah belajar.
- Review 4: 1 minggu setelah belajar.
Kalian bisa pakai aplikasi kayak Anki atau Quizlet. Masukin daftar verb yang sering kalian salah, terus latih setiap hari selama 5-10 menit. Cara ini jauh lebih ampuh daripada sistem kebut semalam yang biasanya langsung “menguap” begitu ujian selesai.
Belajar Grammar Lebih Terarah di EF EFEKTA English for Adults
Di EF EFEKTA English for Adults, pembelajaran grammar dirancang khusus untuk dewasa dengan pendekatan praktis. Peserta akan:
- Mempelajari irregular verb melalui simulasi percakapan nyata
- Berlatih grammar dalam konteks dunia kerja dan kehidupan sehari-hari
- Mendapatkan feedback personal untuk menghindari kesalahan berulang
Pendekatan ini membantu peserta memahami penggunaan verb secara alami dan percaya diri.
Kesimpulan
Memahami verb tidak beraturan yang sering salah merupakan kunci penting untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. Dengan penguasaan regular dan irregular verb yang tepat, kamu dapat berkomunikasi lebih lancar, akurat, dan profesional dalam berbagai situasi.

Jangan biarkan kesalahan grammar menghambat kepercayaan dirimu. Bergabunglah sekarang dengan kursus bahasa Inggris dewasa di EF EFEKTA English for Adults dan tingkatkan kemampuan komunikasimu melalui metode belajar yang efektif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan!


