Inilah Tahapan Perkembangan Janin, Mulai dari Minggu Ke-9 Hingga Minggu Ke-40

Posted on

Inilah Tahapan Perkembangan Janin, Mulai dari Minggu Ke-9 Hingga Minggu Ke-40

Perkembangan janin dimulai ketika bunda memasuki kehamilan di minggu yang ke-9. Di minggu ke-9 inilah, janin atau fetus yang ada didalam kandungan bunda mulai terbentuk. Yap, tubuh si kecil yang sebelumnya masih berbentuk embrio sudah mulai terlihat menyerupai tubuh bayi. Bahkan otot-ototnya pun sudah mulai tumbuh dan terbentuk.


Memasuki usia kandungan di minggu yang ke-10, rangka, tulang rawan, serta calon gigi si kecil sudah mulai terbentuk. Sistem pencernaan si kecil pun sudah mulai berfungsi, sumsum tulangnya sudah mulai membentuk sel darah merah, bahkan kelenjar pituitary di otak si kecil sudah mulai memproduksi berbagai hormon.

Di bulan yang ke-4, si kecil sudah mulai belajar bernafas, menghisap dan menelan. Bahkan menurut para ahli kandungan, di minggu yang ke-15, si kecil sudah mulai dapat menghisap jempol atau ibu jarinya. Yap, inilah keterampilan penting yang mulai dipelajari si kecil, yang akan mempersiapkannya untuk menyusu ketika terlahir kelak.

Memasuki usia kandungan di bulan yang ke-5, bunda sudah dapat mengetahui jenis kelamin si kecil melalui pemeriksaan USG. Sebab di minggu yang ke-20 inilah alat reproduksinya sudah mulai terbentuk. Diminggu yang ke-22, si kecil bahkan sudah mulai dapat mendengarkan suara-suara yang ada disekitar bunda, entah itu suara TV, suara sang ayah, bahkan suara bunda sendiri. Itulah mengapa, memasuki bulan yang ke-6, bunda dan ayah amat dianjurkan untuk mulai melatih perkembangan dan kecerdasannya.

Melatih Perkembangan Janin

Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan melakukan beberapa hal sederhana, seperti mengajak si kecil berbicara, membacakannya dongeng, mengenalkannya pada lantunan musik klasik, serta mengajaknya berolahraga kecil, seperti jalan santai di pagi atau sore hari. Hal ini bertujuan, agar ketika lahir kelak, si kecil dapat dengan mudah mengenali suara ayah dan bundanya sekalipun ia belum dapat mengenali wajah kedua orang tuanya. Hal ini juga mendorong si kecil untuk ikut berinteraksi dengan bunda dan ayah, lewat gerakan dan tendangan-tendangannya selama sang ayah membacakan dongeng untuknya. Sementara lewat musik, bunda dan ayah dapat melatih perkembangan motoriknya, dan membantunya mengenal bahasa. Dan terakhir, bunda dapat terus menjaga kesehatan dan perkembangan janin yang ada dalam kandungan bunda dengan rajin mengajaknya berolahraga kecil, terutama di pagi hari. Karena selain bermanfaat bagi kesehatan janin, jenis olahraga kecil seperti jalan santai, juga dapat membantu bunda mempertahankan kesehatan jantung dan pembuluh darah yang akan menghindarkan bunda dari resiko terkena diabetes gestasional atau tingginya kadar gula yang terjadi pada ibu hamil, yang seringkali menjadi penyebab terganggunya perkembangan janin.

Oiya bun, di bulan yang ke-6 ini, wajah si jabang bayi juga sudah mulai terlihat sempurna. Si kecil bahkan sudah mulai dapat membuka matanya, sekalipun bagian matanya yang berwarna belum nampak, karena belum memiliki pigmen. Si kecil bahkan sudah dapat merasakan makanan dan minuman yang bunda makan dan minum melalui rasa air ketuban yang ia kecap.

Memasuki usia kandungan di bulan yang ke-7, si kecil sudah bisa berkedip, tertidur bahkan bermimpi. Dan dibulan ini pula, bunda sudah dapat merasakan gerakan, sikutan dan tendangannya karena rahim bunda sudah terasa mulai sesak baginya. Dan karena si kecil belum mengenal perbedaan siang dan malam, diusia kehamilan ini pula jam tidur bunda biasanya akan ikut berubah mengikuti jam tidur si kecil, karena biasanya bunda baru bisa tertidur dengan nyaman ketika gerakan si kecil mulai berkurang karena sedang tertidur.

Tahapan Perkembangan Janin

Kemudian di bulan yang ke-8, kepala si kecil akan mulai berputar kearah mulut rahim, bahkan tak jarang posisi kepalanya sudah berada dibawah.

Dan dibulan terakhirnya didalam kandungan, paru-paru si kecil akan mulai memproduksi surfaktan yang akan membantunya untuk bernafas untuk pertama kalinya nanti. Diminggu yang ke-40 ini, otot, otak, peredaran darah, serta sistem syaraf si kecil sudah siap untuk hidup diluar rahim. Diminggu ke-40 hingga minggu ke-42 inilah, si kecil sudah mulai bersiap-siap untuk keluar dari rahim bunda. Oiya, olahraga kecil seperti jalan santai di pagi hari tadi, juga dapat membantu bunda melahirkannya dengan lebih mudah. Karena biasanya, jika di minggu yang ke-40 si kecil belum juga memperlihatkan tanda-tanda ingin keluar, dokter biasanya akan menganjurkan bunda untuk lebih banyak bergerak dan berolahraga sambil menunggu hingga minggu yang ke-42. Dan di minggu-minggu krusial inilah, bunda dituntut untuk lebih sabar. Karena jika tidak sabaran, biasanya opsi alternatif yang akan langsung bunda putuskan adalah melakukan operasi caesar.

Namun, apapun keputusan bunda nanti, baik untuk melahirkan si kecil secara normal maupun melalui operasi caesar. Kami ucapkan selamat kepada bunda dan ayah, karena setelah melewati penantian yang cukup panjang ini, kalian berdua telah resmi menjadi orang tua bagi si kecil 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.