Papua, Paru-paru Dunia yang Harus Terus Kita Jaga!

Papua, Paru-paru Dunia yang Harus Terus Kita Jaga!

Tahukah kamu, kalau Indonesia berada di urutan ke-9 sebagai negara dengan kawasan hutan terluas di dunia? Yap, sekalipun terkenal dengan julukan negara maritim yang sebagian besar wilayahnya merupakan perairan, nyatanya negeri kita masih menyimpan kawasan hijau yang luasnya bahkan mencapai 884.950 km². Indonesia bahkan menempati urutan ke-3 sebagai negara dengan hutan hujan tropis terluas di dunia, yang pada akhirnya turut menobatkannya sebagai salah satu pusat paru-paru dunia.

Tentu, secara statistik kita patut berbangga akan hal itu.

Ancaman Deforestasi

Ancaman Deforestasi

Namun jangan dulu tenggelam dalam rasa puas, karena jumlah tersebut di prediksi akan terus berkurang jika aktivitas deforestasi atau penebangan hutan dan pengalihfungsian lahan terus meningkat di berbagai zona hijau di Indonesia.

Terlebih, jika deforestasi tersebut dilakukan tanpa izin alias ilegal.

Untungnya, masih ada organisasi nirlaba seperti halnya EcoNusa yang dengan setia mau mengawal setiap pembangunan yang terjadi di wilayah-wilayah hijau tersebut, agar jangan sampai hal itu justru merusak lingkungan dan ekosistem yang ada atau mempengaruhi iklim di Indonesia. Namun sebesar apapun upaya yang dilakukan oleh EcoNusa, mereka tak ‘kan bisa berdiri sendiri, mereka masih membutuhkan dukungan kita untuk mewujudkan perubahan yang jauh lebih efektif. Khususnya di wilayah timur Indonesia yang merupakan “benteng” hutan hujan tropis terakhir yang kita miliki di negeri ini.

Lantas, bagaimana cara kita mendukungnya? caranya adalah dengan menumbuhkan kesadaran Eco traveling atau Eco tourism alias Ekowisata saat kita berkesempatan untuk berlibur kedaerah-daerah hijau tersebut. Contoh terkecil yang bisa kamu lakukan adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan. Entahkah itu limbah plastik dari botol minum bekasmu, plastik bekas bungkus snack/makanan instant-mu, maupun kaleng bekas sardenmu. Dengan melakukan hal ini, secara tidak langsung sebetulnya kamu sedang menumbuhkan kepekaanmu akan lingkungan sekitar. Bahkan kalau memungkinkan, kamu justru dapat mempergunakan limbah-limbah tersebut untuk memberikan edukasi kepada para penduduk asli sekitar agar dapat memanfaatkan dan mendaur ulangnya menjadi sesuatu yang jauh lebih bernilai.

Yap, karena kesadaran dimulai dari diri sendiri.

Maka bagi kamu yang dalam waktu dekat berencana untuk berlibur ke Papua, jangan sampai lupa untuk menjaga kelestariannya. Agar jangan sampai, perjuangan Orang Papua asli untuk menjaga alam mereka, justru menjadi sia-sia karena ulah segelintir orang yang hanya ingin berlibur tanpa merawatnya.

Papua, destinasi wisata hijau

Nah, Bicara soal Papua. Tak berlebihan rasanya, untuk menyebut papua sebagai destinasi wisata hijau-nya Indonesia, mengapa demikian? Karena kalau di total, menurut data resmi yang dirilis oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, pada tahun 2013, luas hutan di wilayah papua kurang lebih ada sekitar 40 juta hektar. Yang terbagi kedalam 2 provinsi. Yakni, 10 jt Hektar di Provinsi Papua Barat dan 30 jt hektar di Provinsi Papua. Dimana sebagian besar penduduk asli papua masih menggantungkan hidup mereka pada hasil alam. Papua bahkan menjadi tempat tinggal bagi 20.000 spesies tanaman, 602 jenis burung, 125 spesies mamalia, 223 jenis reptil, 1.800 spesies ikan, serta habitat bagi 75% karang keras dunia. Sebuah bentuk keanekaragaman hayati yang tak ‘kan mungkin bisa kita temui di tempat lain.

Infografis Hutan Papua

Hutan Papua sebagai wilayah konservasi dunia

Maka tepat rasanya, kalau Alm. Abraham O. Atururi, yang juga merupakan Gubernur pertama Papua Barat, dahulu berinisiatif untuk menjadikan Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi, yang diwujudkannya dalam Surat Keputusan Gubernur Papua Barat No.522.5/123/6/2015 tentang Pembentukan Kelompok Kerja Provinsi Konservasi Papua Barat. Hal ini sejalan dengan keikutsertaan Indonesia dalam Paris Agreement (Perjanjian Paris) tentang perubahan iklim.

Bayangkan, jika dahulu hal itu tidak dilakukannya. Luas hutan kita di Papua mungkin sudah berkurang secara signifikan. Padahal, sebanyak 5,5 giga ton stok karbon diperkirakan masih tersimpan di tanah Papua. Sebuah jumlah yang cukup besar untuk menurunkan emisi. Bahkan berlimpahnya stok karbon itu jugalah, yang menjadi dasar pernyataan presiden Jokowi saat mengatakan bahwa Indonesia sanggup menurunkan emisi hingga 29% pada tahun 2030 nanti, atau bahkan lebih jika dibantu oleh negara-negara lain.

Namun apa sebenarnya maksud dari Provinsi Konservasi itu?

Maksudnya adalah, setiap pembangunan atau kegiatan perekonomian yang berlangsung di Provinsi Papua Barat harus sesuai dengan aturan lingkungan. Bahkan pemanfaatannya pun, harus mengedepankan kesejahteraan Orang Papua asli. Lebih jauh, seluruh pihak diharapkan dapat terus menjaga serta mengelola sumber daya alam di Provinsi Papua Barat secara lebih bijak, lestari, serta berkelanjutan, sehingga seluruh sumber daya alam kita senantiasa terpelihara, baik untuk kehidupan kita saat ini, maupun untuk kehidupan anak cucu kita di waktu yang akan datang. Dan buat kamu yang belum tahu, Provinsi Papua Barat juga merupakan provinsi konservasi pertama di Indonesia, bahkan di dunia.

Hebat bukan?

Yap, dan karena Papua itu Indonesia, mari kita jaga papua agar tetap menjadi destinasi wisata hijau.

Referensi:

  • WWF, 2015. Deklarasi Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi. Diakses melalui https://www.wwf.or.id/?42763/Deklarasi-Papua-Barat-sebagai-Provinsi-Konservasi
  • INCAS Kementrian LHK, 2013. Papua. Diakses melalui http://incas.menlhk.go.id/id/data/special-region-of-papua/
  • INCAS Kementrian LHK, 2013. Papua Barat. Diakses melalui http://incas.menlhk.go.id/id/data/west-papua/
  • ECONUSA, 2020. Benteng Terakhir yang Tak Bebas dari Ancaman. Diakses melalui https://www.econusa.id/id/ecostory/the-last-fortress-which-is-not-free-from-threats

Sumber Gambar:

  • Foto aerial hutan di Sorong, Selatan, Papua Barat. (Yayasan EcoNusa/Moch. Fikri)
  • Foto deforestasi hutan di Kalimantan (Shutterstock/Rich Carey)

Leave a reply:

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Site Footer

Sliding Sidebar

Categories

Arsip