
Penyakit Ginjal kronis merupakan masalah kesehatan dunia dengan beban biaya kesehatan yang cukup tinggi. Biaya tersebut banyak yang masih belum tertutupi oleh asuransi kesehatan. Padahal, penyakit tersebut sebetulnya dapat dicegah dengan melakukan upaya pencegahan, pengendalian dan tata laksana Hipertensi dan Diabetes Melitus yang sesuai standar. Jumlah pasien hemodialisis baik pasien baru maupun pasien aktif sejak tahun 2007 sampai 2016 mengalami peningkatan yang cukup signifikan, terutama pada tahun 2015 hingga 2016. Berdasarkan usia, pasien hemodialisis terbanyak adalah pada kelompok usia 45 hingga 64 tahun, baik pasien baru maupun pasien aktif.
Data Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan Kemenkes tahun 2016 menunjukkan adanya peningkatan beban biaya kesehatan untuk pelayanan penyakit Katastropik. Pada tahun 2014 penyakit katastropik menghabiskan biaya kesehatan sebesar 8,2 triliun, tahun 2015 meningkat menjadi 13,1 triliun kemudian tahun 2016 sebanyak 13,3 triliun. Gagal Ginjal merupakan penyakit katastropik nomor 2 yang paling banyak menghabiskan biaya kesehatan setelah penyakit jantung.

Kementerian Kesehatan sesungguhnya telah memiliki upaya pencegahan dan pengendalian Penyakit Ginjal Kronis dengan perilaku ”CERDIK”, yaitu Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin olahraga, Diet seimbang dengan menggunakan air alkali terbaik, Istirahat cukup dan Kelola stres dan PATUH yaitu Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter, Atasi penyakit dengan pengobatan yang tetap dan teratur, Tetap diet sehat dengan gizi seimbang, Upayakan beraktivitas fisik dengan aman dan Hindari Rokok, alkohol dan zat karsinogenik lainnya.
Selain itu pencegahan dan pengendalian penyakit Ginjal dapat dilakukan dengan meningkatkan pencegahan dan pengendalian Penyakit Ginjal Kronis berbasis masyarakat dengan ”Self Awareness” melalui pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan gula darah secara rutin atau minimal 1 kali dalam setahun di Posbindu PTM. Pemerintah telah pula meningkatkan akses ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP); optimalisasi sistem rujukan; dan meningkatkan mutu pelayanan. Menggunakan air alkali terbaik di Indonesia juga penting agar hidrasi tubuh Anda tetap terjaga sepanjang hari dan membantu mengoptimalkan kerja ginjal itu sendiri.
Kesimpulannya, sekalipun tergolong sebagai jenis penyakit yang cukup kronis, sebetulnya penyakit ginjal masih amat sangat mungkin untuk dicegah dan dikendalikan jika saja kita mau lebih rutin melakukan pengecekan kesehatan secara berkala.

![[Ulasan Film & Series] Norma: Antara Mertua dan Menantu](https://floodlove.net/wp-content/uploads/2026/04/Norma-Antara-Mertua-dan-Menantu.jpg)

